
Hal itu merespon adanya situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang juga menyajikan konten soal perkembangan virus corona di ibu kota yaitu corona.jakarta.go.id. Namun data yang disajikan berbeda dengan milik Kemenkes.
Sementara situs Kementerian Kesehatan yang khusus memberikan kabar terbaru soal corona secara nasional yaitu infeksiemerging.kemkes.go.id.
"Kemenkes. Dalam rangka komunikasi publik, pemerintah daerah mengikuti protokol pemerintah pusat supaya satu saja narasi pemerintah," kata Menkominfo Johnny G. Plate kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (9/3).
"Kalau pemerintah daerah punya (situs soal virus corona), memang dimungkinkan tetapi sejalan dengan narasi pemerintah pusat. Pemerintah pusat sudah menunjuk juru bicara pak Achmad Yurianto," sambungnya.
Johnny pun kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah diperbolehkan membuat situs terkait perkembangan isu virus corona di daerahnya tetapi narasi kontennya mesti sama dengan pemerintah pusat.
"Jangan mulai lagi pertentangan, ada (wadah informasi soal corona) pemerintah pusat, ada dari pemerintah daerah, boleh kok tetapi sekali lagi konten dan narasinya harus sama," pungkas Johnny.
Hari ini pemerintah mengumumkan penambahan jumlah pasien positif terjangkit virus corona di Indonesia dari 6 pasien menjadi 19 pasien.
"Hari ini jumlah kasus yang terkontaminasi positif sebanyak 19," kata juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto.
Sebelumnya jumlah pasien positif corona enam orang. Yurianto menuturkan jumlah itu bertambah jadi 19 orang. Penambahan pasien positif corona dimulai dari kasus 07, seorang perempuan berusia 59 tahun.
"Kondisi sakit ringan sedang, stabil. Ini imported case. Beliau baru kembali dari luar negeri dan beberapa saat menunjukkan gejala-gejala seperti itu. Kemudian dilakukan pemeriksaan, kemudian diperiksa dengan genome sequencing 4 hari lalu. Hasilnya positif. Sebagai kasus 07," kata Yurianto.
(din/DAL)
No comments:
Post a Comment